Di waktu silam
di tengah kepekatan malam
angin berhembus meniup dedebu jalanan
daun-daun emas gugur berserakan
rantingnya patah jatuh bersilang
bunga-bunga semakin layu membisu
dan kupu-kupu dinihari terbang pulang
mengikut arus noda cinta yang fana.
Halaman rindu tidak dihuni
tiada lagi harum, tiada lagi menusuk kalbu
mawar penyeri kian tandus
tidak seperti dahulu
gubahan asmara dan godaan perawan
kian kaku, membeku
hanya guntingan memori silam
menjadi pengubat rasa
duka lara, tangis sendu.
Kupu-kupu dinihari terus hanyut
dalam noda malam hari
di sebalik genangan air mata syahdu
ditemani pelupuk hati
yang merasa rindu.
Thursday, December 15, 2011
Tuesday, December 13, 2011
Monday, October 31, 2011
, (untuk teman yang jauh)
,
perhentian sementara
persinggahan rasa
satu fasa
untuk kita
sebelum menyambung
perjalanan
dan langkah-langkah jiwa
yang telah sekian lama
bermula
perhentian sementara
persinggahan rasa
satu fasa
untuk kita
sebelum menyambung
perjalanan
dan langkah-langkah jiwa
yang telah sekian lama
bermula
Monday, September 12, 2011
paranoia
paranoia semalam,
menjelikkan
mengukur kata, membuka rahsia
hakikatnya
tenggelam dalam terang
jatuh lemas dan sesak,
mati jauh ke dasar jurang.
Sunday, September 11, 2011
Maafkan Aku, Laut
Maafkan aku
laut, pantai dan pohon-pohon
aku lama tak ke sini
menemuimu,
sahabat yang sering menenangkan,
menasihati aku tentang
kebodohan manusia,
kesibukannya
atau ketidakmanusiaannya.
Tiap kali aku pulang ke sini
kau masih terdiri,
tetap,
sedia menerimaku
tanpa merajuk
atau bertukar
menjadi bosan.
Maafkan aku
laut, pantai dan pohon-pohon,
kerana tidak menghormati guru
yang mengajar aku tentang rentak-rentak
hidup, keluasan alam
dan merendahkan diriku
jadi sekecilmu.
Sekarang aku disini,
ajarlah aku lagi
isi pengetahuan
di ombak, pasir atau daun-daunmu.
Muhammad Haji Salleh
1977
laut, pantai dan pohon-pohon
aku lama tak ke sini
menemuimu,
sahabat yang sering menenangkan,
menasihati aku tentang
kebodohan manusia,
kesibukannya
atau ketidakmanusiaannya.
Tiap kali aku pulang ke sini
kau masih terdiri,
tetap,
sedia menerimaku
tanpa merajuk
atau bertukar
menjadi bosan.
Maafkan aku
laut, pantai dan pohon-pohon,
kerana tidak menghormati guru
yang mengajar aku tentang rentak-rentak
hidup, keluasan alam
dan merendahkan diriku
jadi sekecilmu.
Sekarang aku disini,
ajarlah aku lagi
isi pengetahuan
di ombak, pasir atau daun-daunmu.
Muhammad Haji Salleh
1977
Sunday, July 17, 2011
S-Survey
52.8 percent of people are not happy with their lives.
30.3 percent said they are happy.
16.9 percent simply don't have a clue.
Source: Unknown, just a made-up perhaps.
30.3 percent said they are happy.
16.9 percent simply don't have a clue.
Source: Unknown, just a made-up perhaps.
Friday, July 8, 2011
Overdosed
You are my number one drug that I have known since I used and abused you.
Obviously you are not the first that I have ever tasted, experienced and enjoyed, but obviously you are the only one I have been looking for all this time.
Others are just temporary soul and mental healers.
Just mere mortals that will depart this life.
But you, you are totally different.
You never cease to exist.
Your immortality defines me.
Your perfections and imperfections,
make me feel this world is ours forever.
Obviously you are not the first that I have ever tasted, experienced and enjoyed, but obviously you are the only one I have been looking for all this time.
Others are just temporary soul and mental healers.
Just mere mortals that will depart this life.
But you, you are totally different.
You never cease to exist.
Your immortality defines me.
Your perfections and imperfections,
make me feel this world is ours forever.
Subscribe to:
Posts (Atom)
